Arief Rahman: Kurikulum 2013 Tidak Bisa Ditunda

 

Jumat, 24 Mei 2013

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rahman, berharap pelaksanaan kurikulum 2013 tidak ditunda hingga tahun depan. Ia melihat pola pembangunan karakter dalam kurikulum 2013 sangat bagus, karena dilakukan secara terstruktur dan komprehensif.

“Untuk produk pendidikan sebagus ini mengapa harus ditunda pelaksanaannya,” kata Arief Rahman di sela pelatihan pendidikan karakter bagi 100 guru dari sejumlah sekolah di Indonesia kerja sama antara UNESCO dan Tony Blair Foundation, di Jakarta, Kamis (23/5).

Pelatihan semacam ini nantinya akan dilakukan secara rutin untuk membuka wawasan guru tentang karakter, keberagaman dan motivasi diri untuk maju dan berkembang.

Menurut Arief, kurikulum 2013 memungkinkan pembangunan karakter pada siswa dilakukan dari berbagai lini. Yakni melalui kelompok-kelompok mata pelajaran yang terbagi dalam kelompok ABC. Dimana kelompok A membangun karakter melalui agama, bahasa, dan mata pelajaran kewarganegaraan. Kelompok B lebih kepada pembangunan kesehatan dan kelompok C lebih membangun keilmuan siswa.

“Dengan terstruktur semacam ini akan memudahkan penanaman karakter bangsa, karena terintegrasi dalam kurikulum. Pola pembelajaran semacam ini juga dilakukan pada banyak negara maju, dan terbukti berhasil,” tutur Arief.

Senada juga dikatakan Wamendikbud bidang Pendidikan Musliar Kasim. Dalam sambutannya, Musliar mengatakan, Kurikulum 2013 pada prinsipnya memiliki 3 kunci pokok yakni attitude (sikap), skill (keterampilan) dan knowledge (pengetahuan).

“Jadi sangat lengkap bentuk-bentuk kecerdasan anak yang dibangun melalui kurikulum 2013,” katanya. Kelengkapan bentuk-bentuk kecerdasan yang dibangun dalam kurikulum 2013 tersebut bisa dimaklumi. Karena proses penyusunan kurikulum tersebut melibatkan lebih dari 500 dosen, pakar pendidikan dan guru. Selama lebih dari satu tahun terakhir, kurikulum tersebut telah digodok oleh tim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami sampai ‘berdarah-darah’ menyusun kurikulum 2013 agar kurikulum yang baru ini bisa mengubah wajah anak-anak Indonesia menjadi lebih baik,” tutur Musliar.

Dikatakan Musliar, sebenarnya model pembelajaran sperti kurikulum ini sudah banyak diterapkan di sekolah-sekolah di Jakarta dan kota besar lainnya meski namanya bukan kurikulum 2013. Terutama di sekolah-sekolah unggulan yang mematok biaya cukup mahal.

“Intinya kita ingin semua anak-anak bisa menikmati pendidikan dengan model pengajaran kurikulum 2013 yang selama ini lebih dinikmati anak-anak orang kaya,” kata Musliar menandaskan. (Tri Wahyuni

Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=327294

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s