Tugas dan Tanggung Jawab Guru PAI Makin Menantang

Analisa, (Lhokseumawe). Tugas dan tanggung jawab guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memberikan pencerahan dan merubah prilaku peserta didik semakin menantang, seiring pesatnya perkembangan era globalisasi yang cenderung mempengaruhi pola pikir serta masuknya budaya asing.

Budaya luar mulai menggerogoti anak-anak. Mereka sangat bangga mengenakan produk seperti baju yang dipakai oleh bintang sinetron, karenanya guru harus memberikan filter dan mengarahkan peserta didik untuk senantiasa mencintai budaya sendiri yang sarat nilai-nilai Islam.

Hal ini diungkapkan Drs.Hafifuddin M.Ag, tokoh pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh, dalam seminar nasional bertajuk “Prospek dan Tantangan Guru PAI di Era Globalisasi”, di Lhokseumawe, Kamis (18/10).

Seminar ini diikuti 200 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan meliputi, SD, SMP, SMA dan SMK di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Sementara narasumber lainnya Dr. Dindin Jamaluddin, M.Ag dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Drs. Ibnu Sa’dan M.Pd, Kakanwil Kementerian Agama Aceh, Razali Spd KeKepala Dinas Pendidikan Aceh Utara.

Agen Perubahan

Hafifuddin mengatakan, guru merupakan agen perubahan untuk maju, dunia tanpa guru, maka tidak terjadi perubahan seperti ikan dalam air.

“Dulu ikan lebih pandai dari manusia, karena dapat berenang mencari kehidupan dalam air, begitu juga burung bisa terbang di udara, tetapi berkat adanya guru, manusia telah mengalami perubahan dan mencapai kesuksesan yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Hafifuddin, dunia global adalah kehidupan serba industri dan teknologi, dan mayoritas orang mulai cenderung berpikir materialistis, benda,uang dan finansial.

“Di sini guru agama berperan membentuk karakter peserta didik agar tidak terjerumus ke jalan kemusyrikan dan kesesatan,” ungkapnya

Oleh sebab itu, tambahnya, beberapa kriteria harus terpenuhi bagi guru PAI antara lain, pendidikan guru agama harus paling tinggi selain juga dibekali pelatihan, training kepribadian, metode pendekatan, kepemimpinan dan ESQ.

“Guru harus diperhatian, sehingga tanggung jawabnya dalam pengembangan pendidikan agama dan mengantarkan peserta didik yang mengamalkan nilai-nilai Islami dapat terwujud,” tegas Hafifuddin.(kdn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s